ISTILAH PENTING DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

11 01 2010

BEBERAPA ISTILAH PENTING DALAM Teknologi Pembelajaran
Oleh : Taman Firdaus

Pengantar
Teknologi Pembelajaran sebagai sebuah bidang garapan tentunya selalu dihadapkan pada proses pengkajian jati diri secara sistemik. Hal ini merupakan sebuah keniscayaan sebagai implikasi dari luasnya bidang kajian Teknologi Pembelajaran itu sendiri yang terdiri dari 5 kawasan yaitu kawasan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi. Namun luas dan beragamnya kawasan ini bukan berarti Teknologi Pembelajaran sebagai sebuah bidang kajian tidak memiliki skala prioritas yang jelas dalam kajiannya, namun sebaliknya hal ini menunjukkan bahwa Teknologi Pembelajaran merupakan disiplin ilmu sekaligus bidang profesi yang dinamis yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu lain seperti komunikasi, belajar dan teknologi.
Meski demikian, selama lebih kurang 45 tahun sejak kemunculannya pertama dengan istilah Komunikasi Audio Visual sampai saat ini yang melandaskan pada konsep Teknologi Pembelajaran sesuai dengan devinisi AECT 1994, TP sebagai bidang kajian dan sekaligus sebagai bidang profesi tidak lepas dari “discoursus” baik ditingkat aplikasi maupun pada tingkat wacana. Ditingkat aplikasi misalnya terjadinya tarikan kepentingan mengenai lahan kerjaan para sarjana TP dengan sarjana lain untuk membina salah satu mata pelajaran yang sedang trend saat ini yaitu TIK, meskipun tarikan-tarikan tersebut kemudian terselesaikan melalui pendekatan birokratik sesuai dengan peraturan yang ada. Sementara ditingkat wacana, “discoursus” itu terjadi begitu dinamis baik melalui simposium, seminar dan bahkan dalam sekat-sekat ruang kuliah mahasiswa TP itu sendiri. Untuk keperluan itulah, penulis merasa terpanggil untuk menguraikan beberapa istilah yang memiliki hubungan dengan Teknologi Pembelajaran. Hal ini penulis lakukan hanya untuk meberikan kerangka awal bagi berbagai komponen yang memang konsen pada pengkajian Teknologi Pembelajaran kearah yang lebih baik.
Dengan beberapa definisi yang tersaji dalam tulisan ini selanjutnya, penulis harapkan ppembaca dapat mengembangkan devinisi-devinisi tersebut secara mendalam melalui kajian-kajian terhadap literatur yang terkait dengan hal tersebut. Disamping itu, harapan penulis lewat tulisan ini juga akan dapat terbangun persamaan persepsi dalam mengembangkan Teknologi Pembelajaran baik sebagai disiplin kajian maupun sebagai bidang profesi pada masa-masa yang akan datang.

Definisi-defini Istilah
1. Pembelajaran (instruksional) adalah suatu kegiatan dimana seseorang sengaja diubah dan dikontrol, dengan maksud agar ia dapat bertingkah laku atau bereaksi terhadap kondisi tertentu. Berangkat dari pengertian ini, maka pembelajaran merupakan salah satu bagian dari keseluruhan kegiatan belajar mengajar (Merril, 1971 :10).

2. Pengembangan sistem intruksional adalah suatu proses secara sistematis dan logis untuk mempelajari problem-problem pembelajaran, agar mendapatkan pemecahan yang teruji validitasnya dan praktis bisa dilaksanakan (Ely, 1979 : 4).

3. Sistem Intruksional adalah semua materi pelajaran dan metode yang telah diuji dalam praktek yang dipersiapkan untuk mencapai tujuan dalam keadaan senyatanya (Baker, 1971 : 16). Dalam definisi ini terlihat bahwa sistem instruksional sekurang-kurangnya memiliki dua dimensi yaitu dimensi planning (perencanaan) dan dimensi proses yang nyata (a reality).

4. Perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan, di dalamnya mencakup elemen-elemen :
a. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan
b. Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan
c. Spesifikasi rincian hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan
d. Identifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan
e. Identifikasi strategi alternatif yang mungkin dan alat atau tools untuk melengkapi tiap persyaratan dalam mencapai tiap kebutuhan, termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi dan alat yang dipakai (Roger A. Kaufman, 1972 “Educational System Planning” New Jersey Prentice Hall : 6-8).

5. Desain intruksional adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar serta pengembangan tekhnik mengajar dan materi pengajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan paket pembelajaran, kegiatan mengajar, uji coba, revisi dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar (Briggs, 1979 : 20).

6. Desain sistem instruksional ialah pendekatan secara sistematis dalam perencanaan dan pengembangan sarana serta alat untuk mencapai kebutuhan dan tujuan intruksional. Semua konsep sistem ini (tujuan, materi, metode, media, alat, evaluasi) dalam hubungannya satu sama lai dipandang sebagai kesatuan yang teratur sistematis. Komponen-komponen tersebut lebih dahulu diuji coba efektifitasnya sebelum disebarluaskan penggunaannya (Briggs, 1979 : XXI).

7. Model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian kebutuhan, pemilihan media dan evaluasi (Briggs, 1978 : 23). Model juga diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau rujukan dalam melakukan suatu kegiatan (Harjanto, 2008 : 55).

8. Sistem adalah merupakan jumlah keseluruhan dari bagian—bagiannya yang saling bekerja bersama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai tujuan, dan semua kegiatan dari komponen-komponen adalah diarahkan untuk menuju tercapainya tujuan tersebut (harjanto, 2008 : 47). Pengertian senada juga diungkapkan oleh Wong dan Roulerson (1973 : 9) yang menyatakan bahwa sistem merupapakan “a set of parts united by some form of interaction” (sistem : suatu perangkat dari bagian-bagian yang disatukan oleh beberapa bentuk hubungan saling mempengaruhi). Sementara itu, menurut Hoban (1960) dalam AECT, sistem merupakan rangkaian-rangkaian yang memilki tujuan tujuan yang sama. Arti penting dari sistem adalah pengertian adanya a.) Komponen- komponen dalam sistem b.) Integrasi komponen-komponen itu, dan c.) Peningkatan efisiensi sistem.
9. Pengembangan sistem intruksional adalah suatu proses menentukan dan menciptakan situasi dan kondisi tertentu yang menyebabkan siswa dapat berinteraksi sedemikian rupa sehingga terjadi perubahan di dalam tingkah lakunya (Carrey 1977 : 6)

10. Belajar
Menurut pandangan BF Skiner
Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Belajar juga dipahami sebagai suatu perilaku, pada saat belajar maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar, maka responnya menurun. Jadi belajar adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya hubungan antara Stimulus dan Respon (S-R).
Gagne (1970)
Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingata mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu setelah ia mengalami situasi tadi. Berangkat dari pengertian ini, maka menurut Gagne ada tiga tahap dalam belajar yaitu (a) persiapan untuk belajar dengan melakukan tindakan mengarahkan perhatian, pengharapan dan mendapatkan kembali informasi, (b) pemerolehan dan unjuk perbuatan digunakan untuk persepsi selektif, sandi semantik, pembangkitan kembali, respon dan penguatan dan (3) alih belajar yaitu pengisyaratan untuk membangkitkan dan memberlakukan secara umum (Dimyati dan Mudijono, 1999 : 12)

11. Pembelajaran
Pembelajaran ialah kegiatan membelajarkan siswa menggunakan azas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik sedangkan belajar dialakukan oleh peserta didik atau murid (Syaiful Sagala, 2008 : 61). Sedangkan menurut Corey (1986 : 195) menyatakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan sub set khusus dari pendidikan. Sedangkan mengajar menurut Wiliam H. Burton adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan dan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Dalam UUSPN No 20 Tahun 2003 ditegaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Dalam konteks yang lebih luas, pembelajaran diartikan sebagai setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru (Syaiful Sagala, 2008 : 61).

12. Pengajaran VS Pendidikan/Mengajar Vs Mendidik
Sekolah “mengajar atau mendidik”, demikianlah judul buku yang ditulis oleh J.I.G.M. Drost, S.J. Dalam buku tersebut penulis tidak terlalu mempersoalkan penggunaan kedua istilah tersebut dalam praktek pendidikan formal. Demikianpun tidak ditemukan tentang pengertian “mengajar dan mendidik. Tetapi dalam buku lain yang dikarang oleh Prof. Umar Tirtarahardja (2005: 73-74) dengan judul Pengantar Pendidikan diuraikan dengan jelas tentang perbedaan pengajaran dan pendidikan. Namun, pembedaan dilakukan dengan maksud untuk keperluan analisis agar masing-masing segi dapat dipahami. Sebab antara pengajaran dan pendidikan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Berikut uraiannya :
Istilah pengajaran dapat dibedakan dari pendidikan, tetapi sulit untuk dipisahkan. Jika dikatakan “anak diajar menulis yang baik” lebih terasa sebagai pengajaran. Tetapi jika “anak dikembangkan kegemarannya untuk menulis yang baik” maka lebih mirip pendidikan. Demikianpun pula jika dikatakan “guru mengajar murid menyusun jadwal belajar untuk belajar dirumah”, ini lebih cenderung dianggap sebagai kegiatan mengajar”. Tetapi jika orang tua membiasakan anaknya mematuhi jadwal belajar dirumah tersebut maka orang tua tersebut dianggap mendidik anaknya; dalam hal ini mendidik kedisiplinan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengajaran lebih menekankan pada aspek “penguasaan pengetahuan” sedangkan pendidikan lebih ditekankan pada “penanaman dan pembentukan sikap”. Disamping itu, segi-segi lain yang membedakan antara pengajaran dan pendidikan yaitu dari segi waktu dan metodenya. Pengajaran membutuhkan waktu yang relatif pendek dengan metode yang lebih bersifat rasional, teknis praktis. Sedangkan pendidikan membutuhkan waktu relatif panjang dengan metode yang lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi.

13. Komunikasi Audio Visual (Devinisi AECT 1963)
Komunikasi audio visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar, (b) penstrukturan oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen, dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran.

14. Teknologi Pendidikan (Devinisi AECT 1977)
Teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia.

15. Teknologi Pembelajaran (Devinisi AECT 1994)
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolalaan serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.

16. Teknologi dalam pendidikan (AECT, 1986)
Teknologi dalam pendidikan adalah penerapan teknologi terhadap berbagai proses yang berkenaan dengan bekerjanya lembaga yang bergerak dalam usaha pendidikan (AECT, 1986 : 2). Teknologi yang dimaksudkan disini pada prinsipnya adalah aplikasi penggunaan pengetahuan ilmiah baik menggunakan alat atau pemikiran secara sistematis untuk mempermudah (mempercepat) pencapaian soluasi dan tujuan yang telah ditetapkan. Jadi teknologi dalam pendidikan titik tekannya adalah pada proses pengoperasian dan penunjang kelembagaan dimana pendidikan berlangsung baik dalam bentuk alat maupun pemikiran atau pengetahuan ilmiah secara sistematis.
Contoh :
– Pemanfaatan TV Edukasi
– Pengembangan MBS dalam mengendalikan mutu pendidikan berbasis sekolah
– Optimalisasi peran komite dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis masyarakat.
– Pembentukan jaring pendidikan nasional berbasis WEB. Misal saat ini sudah ada “Pendidikan Network.com” yang menyediakan data tentang pendidikan di Indonesia.

17. Teknologi untuk pendidikan
Teknologi jika diterapkan ke pendidikan, teknologi merupakan proses yang kompleks lagi terpadu untuk menganalisis masalah, dan mencari jalan pemecahannya, mengimplimentasikan, mengelola dan mengontrol dan mengevaluasi pemecahan terhadap masalah-masalah tersebut (AECT, 1986 : 70)

DAFTAR PUSTAKA

AECT, 1986, ”Devinisi Teknologi Pendidikan”, Jakarta : Rajawali.
Baker, Robert L & Richard R Schutz, 1971,”Instructional Product Development”, New York : Van Nostrand Reinhold Company.
Briggs, Leslie, J. 1979,”Instruksional Design : Prinsiples and Aplication”, Educational Technology Publicatios : Englewood Cliffs, N.J.
Dick, Walter & Carey, Lou. 1937,”The Systematic design of Intrustion”, Boston : Library of Congress Cataloging-in-Publication Data.
Dimyati & Mudijono, 1999,”Belajar dan Pembelajaran”, Jakarta : Rineja Cipta
Ely, Donal P. 1978,,”Instruksional Design & Development”, New York : Syracuse University Publ.
Harjanto, 2008,”Perencanaan Pengajaran”, Jakarta : Rineka Cipta
Sagala, Syaiful, 2008,”Konsep dan Makna Pembelajaran” Bandung : Alfabeta.
Tirtarahardja, Umar, 2005,”Pengantar Pendidikan”, Jakarta : Rineka Cipta.


Aksi

Information

5 responses

11 01 2010
pipit

bagus banget pak….! ssssiiiip!

11 01 2010
ftaman

jangan bagus aja dong, ikutan nyumbang artikel……

24 01 2010
pipit

bagus buat aq copy maksudnya hehehe…. tenkyu…tenkyu….!

5 10 2010
miftah

bermanfaat banget buat nambah bahan bikin tugas kuliah, makasih banyak ya….semoga mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT….

24 10 2010
ftaman

amieeeeeee………sori baru balas……ni lagi sibuk….lam kenal…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: